Tujuan Manajemen Keuangan Adalah

Tujuan Manjemen Keuangan Versi 1 Adalah

Jadi tujuan manajemen keuangan adalah…wait, sebelum masuk pada tujuan manajemen keuangan, kita coba masuk dulu pada sumber dana. Sumber dana bagi perusahaan secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian, yaitu sumber dana dari dalam perusahaan (internal financing) dan sumber dana dari luar perusahaan (eksternal financing). Dana dari berbagai sumber ini dialokasikan untuk berbagai penggunaan, untuk aktiva tetap, sebagai fasilitas produksi, untuk membeli persediaan, untuk membelanjai piutang, disimpan dalam bentuk surat berharga, ataupun sekedar disimpan dalam bentuk kas, untuk menjalankan operasi sehari-hari.

Kalau kita pandang dari waktu ke waktu, maka bisa kita lihat bahwa dana yang terkumpul mengalami perubahan, dan dikenal dengan aliran dana. Manajemen keuangan di sini bermaksud untuk mengelola aliran dana dalam perusahaan, untuk mencapai suatu tujuan sesuai dengan rencana yang telah digariskan. Sri Hartati, berpendapat bahwa tujuan manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan profit dan meminimalkan biaya guna mendapatkan suatu pengambilan keputusan yang maksimum dalam menjalankan perusahaan ke arah perkembangan atau untuk tetap bertahan (Hartati, n.d.).

Tujuan manajemen keuangan dalam ranah sekolah adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sekolah, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi sekolah, dan meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah. Tidak jauh berbeda dengan tujuan manajemen yang ada di perusahaan, manajemen keuangan sekolah juga memfokuskan terhadap pengelolaan dana yang efektif dan efisien. Penggunaan dana yang efektif dan efisien akan mendorong sekolah berkembang dengan pesat.

Disamping memiliki tujuan yang jelas, manajemen keuangan juga memiliki prinsip-prinsip yang harus diketahui. Terlebih apabila anda adalah orang yang terlibat dalam proses keuangan ataupun kuliah pada jurusan akuntansi, manajemen, dsb.

Tujuan Manajemen Keuangan Versi 2

Tujuan Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut:

1. Maksimalisasi Laba

Salah satu alasan perusahaan mempekerjakan manajer keuangan adalah untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus mengelola keuangan perusahaan. Manfaat jangka pendek atau jangka panjang dapat diperoleh. Fokus utama, bagaimanapun, adalah bahwa orang atau departemen yang berurusan dengan urusan keuangan perusahaan harus memastikan bahwa perusahaan yang bersangkutan menghasilkan keuntungan yang cukup.

2. Mobilisasi Keuangan yang Tepat

Penggalangan dana untuk menjalankan bisnis juga merupakan elemen utama dari sistem manajemen keuangan yang harus dijalankan oleh para manajer dengan benar. Setelah manajer menyelesaikan perkiraan jumlah yang diperlukan untuk proses bisnis, jumlah yang diperlukan dapat diperoleh dari sumber hukum apa pun, seperti obligasi, saham, atau bahkan aplikasi pinjaman bank. Tapi intinya, harus ada keseimbangan yang adil antara uang yang dimiliki perusahaan dan jumlah yang dipinjamnya.

3. Kelangsungan hidup bisnis

Kelangsungan hidup bisnis sangat penting. Itulah salah satu alasan manajemen bahkan mempertimbangkan untuk mempekerjakan manajer keuangan yang tepat. Manajer harus membuat keputusan keuangan yang masuk akal untuk memastikan keberhasilan bisnis.

4. Koordinasi yang benar

Harus ada pemahaman dan kerjasama yang benar antara departemen yang berbeda. Keuangan perlu memahami dan setuju dengan departemen lain dalam perusahaan agar bisnis berjalan lancar.

5. Mengurangi biaya modal

Manajer keuangan juga melakukan yang terbaik untuk mengurangi biaya modal, yang sangat penting bagi bisnis. Mereka memastikan bahwa uang yang dipinjam menghasilkan sedikit bunga sehingga bisnis dapat

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah hal-hal yang berdampak langsung pada sistem manajemen keuangan perusahaan:

Keputusan investasi

Meliputi penanaman modal pada properti, pabrik dan peralatan (disebut penganggaran modal). Investasi dalam aset lancar juga merupakan bagian dari keputusan investasi, yang disebut keputusan modal kerja. Ini menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena investasi dapat menjadi keuntungan yang besar bagi perusahaan nantinya apabila dilakukan dengan tepat.

Keputusan keuangan

Ini mengacu pada peningkatan pembiayaan berbagai sumber daya tergantung pada keputusan tentang jenis sumber, periode pembiayaan, biaya pembiayaan dan tingkat pengembalian. Keputusan keuangan menjadi tanggung jawab bagian manajemen keuangan yang dampaknya dirakan oleh seluruh bagian di perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Keputusan Dividen

Manajer keuangan harus membuat keputusan tentang distribusi laba bersih. Laba bersih umumnya dibagi menjadi dua bagian :

a. Dividen kepada Pemegang Saham – Dividen dan persentase distribusi harus ditentukan.
b. Laba ditahan: jumlah laba ditahan harus disesuaikan karena tergantung pada rencana ekspansi dan diversifikasi.

Itulah beberapa tujuan manajemen keuangan beserta dengan ruang lingkupnya semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.