Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan dan Pelaksanaan Anggaran


Perencanaan Keuangan Pesantren 

Perencanaan keuangan (financial) adalah kegiatan mengkoordinasikan semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematis tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan. Perencanaan keuangan juga dimaknakan sebagai wujud dari Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) yang di bentuk pesantren pada awal tahun anggaran. Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah yang memiliki periode tertentu sesuai kesepakatan bersama, dan alokasi sumber kepada setiap bagian kegiatan. Inti dari perencanaan keuangan adalah anggaran yang dibentuk oleh pondok pesantren. Ada 2 bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam menyusutan RAPBPP, yaitu :Perencanaan KeuanganPerencanaan Keuangan

 a. Rencana sumber atau target penerimaan/pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan, termasuk di dalamnya keuangan bersumber dari kontribusi santri, sumbangan dari individu atau organisasi, sumbangan dari pemerintah, dan dari hasil usaha.

b. Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan, semua penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu mendapatkan perencanaan yang baik agar operasional pesantren dapat berjalan dengan lancar. 

Hal yang harus diterapkan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang, artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. Dengan sistem ini maka pesantren akan menjadi kokoh dalam hal keuangan, maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan kepada bendaharawan pesantren, dalam rangka mempermudah pertanggungjawaban keuangan. Maka penyusunannya hendaknya menggunakan langkah sebagai berikut :

1. Menginventarisasi rencana yang dilaksanakan

2. Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya

3. Menentukan program kerja dan rincian program

4. Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program

5. Menghitung dana yang dibutuhkan 

Rencana yang telah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis pensatren akan ditetapkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pondok Pesantren (APBPP). Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan di lingkungan pesantren, minimal harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut :

1. Informasi rencana kegiatan, sasaran, uraian rencana kegiatan, penanggung jawab, rencana baru atau lanjutan

2. Uraian kegiatan program, program kerja, rincian program

3. Informasi kebutuhan, barang/jasa yang dibutuhkan, volume kebutuhan

4. Data kebutuhan harga satuan, jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume kegiatan

5. Jumlah anggaran, jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program, rencana kegiatan, dan total anggaran untuk seluruh kegiatan. Sumber dana, total sumber dana, masing-masing sumber dana yang mendukung pembiayaan program.

Perencanaan Keuangan Perusahaan

Perusahaan

Berikut adalah 5 tahapan perencanaan keuangan versi perusahaan, apakah ada persamaan dan perbedanaan antara perencanaan keuangan versi pesantren dengan perencanaan keuangan versi perusahaan, mari kita bahas..

Menentukan tujuan bisnis

Hal yang paling mendasar dalam merencanakan pengelolaan keuangan perusahaan adalah menetapkan tujuan yang jelas untuk proyek perusahaan. Tentunya hal ini didasarkan pada konsep perencanaan pengelolaan keuangan, suatu proses yang digunakan untuk mengatur kegiatan atau kegiatan keuangan dalam suatu perusahaan. Termasuk perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan keuangan, yang biasanya dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan. Ketika tujuannya jelas, pemrograman, analisis, dan hal-hal lain lebih mudah dilakukan.

Mengidentifikasi kegiatan perusahaan

Sekarang setelah tujuan telah ditetapkan, cobalah untuk mengidentifikasi kegiatan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan aktivitas tertentu, Anda secara alami juga mengurangi pengeluaran keuangan perusahaan pada kesempatan pertama. Dengan demikian, pengeluaran ekonomi setiap perusahaan menjadi jelas dan terkendali serta menghindari kegiatan operasional yang tidak perlu.

Menemukan Sumber Pendapatan dalam Perencanaan Keuangan Perusahaan

Bisnis harus memiliki sumber pendapatan untuk mencapai tujuannya. Sebagai aturan umum, sumber yang diterima dapat bervariasi, baik oleh investor dan klien maupun oleh penjualan. Menetapkan dan menemukan sumber uang atau pendapatan yang jelas memudahkan manajemen untuk merencanakan keuangan perusahaan. Dengan demikian, jumlah sumber pendapatan yang jelas digunakan sebagai ukuran pengeluaran setiap kegiatan yang akan dilakukan.

Mengelola manajemen keuangan perusahaan untuk menentukan biaya


Setelah semua aktivitas berjalan sesuai rencana dan sumber pendapatan jelas, langkah selanjutnya adalah melakukan setiap aktivitas yang perlu dilakukan dan menentukan berapa banyak biaya yang direncanakan perusahaan untuk dikeluarkan. Berusahalah untuk melakukan perhitungan dengan benar agar tidak menyia-nyiakan keuangan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan yang direncanakan. Dari sini, Anda juga dapat melihat aktivitas mana yang berjalan efektif dan mana yang tidak, sehingga Anda dapat merencanakan aktivitas selanjutnya dengan lebih baik.

Catatan Keuangan Perusahaan

Pencatatan yang tepat dari semua pengeluaran dan pendapatan akan memudahkan Anda untuk melacak setiap belokan dalam arus keuangan perusahaan. Jika Anda belum dapat melacak keuangan bisnis Anda, Anda dapat beralih ke perangkat lunak akuntansi. Hal ini membuat keberadaan rencana pengelolaan keuangan menjadi sangat penting dalam sebuah perusahaan. Dimana pengelolaan keuangan perusahaan masuk dan keluar harus dicatat dengan baik dan akurat untuk menghasilkan laporan keuangan. Ini juga mendefinisikan langkah-langkah apa yang harus diambil perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, untuk lebih memaksimalkan proses penyusunan laporan keuangan tahunan, ada baiknya perusahaan beralih ke bantuan software akuntansi.
Bertujuan untuk memudahkan proses pendataan dan ketepatan dalam perhitungan laporan keuangan setiap saat.

Pelaksanaan Anggaran

Pelaksanaan anggaran berupa kegiatan yang didasarkan pada perencanaan yang telah dibuat dan memungkinkan terjadinya penyesuaian jika diperlukan. Pelaksanaan anggaran dapat juga dimaknakan sebagai penggunaan anggaran, yang mana setiap terjadi pengeluaran dan penerimaan keuangan harus memperhatikan hal-hal berikut (Suharjono, 2019) :

a. Harus ada bukti penerimaan dan pengeluaran keuangan karena bukti ini akan menjadi dasar melakukan pencatatan dan harus mendapatkan pengesahan dari pimpinan pondok pesantren atau yang diberikan wewenang dalam hal ini.

b. Harus diperhatikan faktor efisiensi dan efektivitas

c. Diusahakan menghindari transaksi secara cash dan sebaiknya dilakukan transfer lewat rekening bank

d. Hindari memegang dana cash terlalu besar

Dalam pelaksanaan kegiatan, jumlah yang direalisasikan memungkinkan berbeda dengan rencana anggaran, perbedaan setelah komparasi itu dimungkinkan karena bebeapa hal, yaitu :

a. Adanya efisiensi atau inefesiensi pengeluaran

b. Terjadinya penghematan atau pemborosan

c. Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan 

d. Adanya perubahan yang tidak terantisipasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.