Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Setiap bisnis membutuhkan laporan keuangan untuk kemajuan bisnis. Manajemen dapat membaca keadaan keuangan dan mengevaluasinya dengan adanya laporan keuangan tahunan. Artinya laporan keuangan memiliki peran yang penting dalam perusahaan.

Laporan keuangan dapat menyajikan situasi keuangan yang sebenarnya apabila di sajikan secara benar, sehingga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan.

Dalam kesempatan kali ini kita akan coba membahas mengenai laporan keuangan perusahaan manufaktur.

Definisi Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah raw material menjadi produk jadi, kemudian produk jadi tersebut dijual untuk memperoleh keuntungan.

Kita sering menyebut jenis kegiatan ini sebagai proses produksi. Klasifikasi perusahaan manufaktur terbagi menjadi persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi.

Perusahaan manufaktur juga dapat dimaknakan sebagai perusahaan yang kegiatan operasinya mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Dalam hal ini, perusahaan manufaktur membuat produknya sendiri dan kemudian menjualnya kepada pembeli atau pemasok langsung.

Karena ini adalah kegiatan produksi, laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur mengandung istilah biaya produksi.

Faktanya, laporan keuangan perusahaan manufaktur tidak jauh berbeda dengan perusahaan lain (dagang dan jasa), tetapi laporan biaya produksi lah yang membuat perbedaan mencolok.

Untuk perusahaan lain, seperti perusahaan jasa dan komersial, tidak ada informasi tentang biaya produksi, tetapi untuk perusahaan manufaktur ada. Hal ini karena adanya proses produksi di dalamnya, berbeda dengan perusahan jasa dan dagang yang tidak melakukan produksi melainkan menjual benda atau jasa yang ada.

Fungsi Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

1. Menjadi Pedoman Laporan Keuanga

Laporan ini merangkum pendapatan yang akan Anda hasilkan dari biaya produksi yang dikeluarkan.

Mengetahui bagaimana penjualan terkait dengan biaya dapat membantu perusahaan menemukan cara untuk membuat pendapatan tahun depan lebih baik daripada pendapatan tahun ini.

Dengan informasi tentang jenis biaya yang dibutuhkan bisnis Anda, Anda juga dapat mengubah biaya mana yang dapat dikurangi sehingga margin keuntungan yang dihasilkan lebih tinggi.

2. Indikator Perkembangan Perusahaan

Laporan keuangan tahunan juga berfungsi sebagai indikator kinerja perusahaan. Apalagi jika perusahaan tersebut merupakan korporasi yang aktif menjual sebagian dari perusahaannya kepada publik dalam bentuk saham.

3. Sebagai Alat Komparasi

Laporan keuangan yang dilakukan dapat dijadikan sebagai pembanding kinerja perusahaan dalam produksinya.

Pendapatan yang diterima apakah ada kenaikan atau penurunan, dan jika marginnya lebih tinggi atau lebih rendah. Selain itu, perusahaan juga dapat menentukan strategi jangka panjang dan jangka pendek.

Dan menetapkan prioritas agar manfaat yang diperoleh meningkat. Apakah mereka perlu meningkatkan biaya penelitian atau membeli teknologi baru untuk mengurangi biaya produksi dan menggunakan bahan.

4. Sebagai Alat Pengukur Kesehatan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan suatu perusahaan dapat menentukan kinerja kesehatan keuangannya. Kesehatan keuangan suatu perusahaan sangat penting dalam menunjang eksistensi perusahaan.

Perusahaan yang sehat secara finansial tidak hanya digunakan untuk membiayai operasi bisnis.

Keuangan yang sehat memudahkan perusahaan memperoleh kredit dan memiliki citra yang baik, terutama bagi perusahaan publik.

Jenis-jenis Financial Report Perusahaan Manufaktur

1. Laporan HPP (Harga Pokok Produksi)

Kegiatan utama perusahaan manufaktur adalah produksi, sehingga terdapat biaya produksi sehingga diketahui harga pokok produksinya.

Laporan biaya produksi harus dibuat untuk melihat nilai total persediaan yang digunakan dalam proses produksi, nilai total biaya untuk proses produksi dan nilai biaya umum perusahaan yang dikeluarkan selama periode produksi.

Dengan nilai dan biaya tersebut, jelaslah seberapa kuat biaya produksi barang jadi yang diproduksi mempengaruhi nilai penjualan barang jadi. Penagihan biaya ini terdiri dari :

  • Biaya Bahan Baku (BBB), yang merupaka sejumlah dana yang dikeluarkan untuk memperoleh materi yang menjadi bahan utama produk jadi.
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL), merupakan sejumlah biaya yang dibayarkan kepada tenaga kerja langsung yang merupakan orang-orang yang memiliki hubungan kinerja langsung dalam proses pengolahan produk.
  • Biaya Overhead Pabrik (BOP), merupakan biaya tambahan yang dikeluarkan dalam proses pengolahan produk. Misalnya biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya penyusutan.

2. Laporan L/R(Laba Rugi)

Laporan laba rugi pada perusahaan manufaktur kurang lebih sama dengan perusahaan lain, yaitu terdapat aspek pendapatan dan beban-beban yang selisihnya menunjukkan nilai laba ataupun rugi perusahaan dalam suatu periode.

3. Laporan Perubahan Modal Perusahaan Manufaktur

Laporan perubahan modal adalah laporan yang memuat nilai modal awal, perubahan modal, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dan hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan kegiatan atau kegiatan perusahaan.

Laporan perubahan modal pada perusahaan manufaktur memiliki isi yang sama dengan perusahaan lain.

Modal meningkat ketika laba bersih lebih besar dari laba pribadi dan modal berkurang ketika laba bersih lebih kecil dari laba pribadi.

Bentuk laporan perubahan ekuitas perusahaan manufaktur pada dasarnya sama dengan laporan perubahan ekuitas perusahaan komersial lainnya.

4. Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur

Neraca perusahaan manufaktur berisi aset dan kewajiban. Aset adalah sumber utama pembiayaan perusahaan dan semua aset perusahaan termasuk dalam aset tersebut, seperti: Kas, piutang, persediaan, dll.

Sedangkan kewajiban, utang dan ekuitas dimiliki oleh perusahaan. Laporan neraca untuk perusahaan manufaktur kurang lebih sama dengan perusahaan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.