Jenis Sumber Dana Pesantren

Darimana sih sumber dana pesantren?

1. Pemerintah

Pemerintah Indonesia menyediakan sejumlah dana untuk operasional pesantren. Artinya Indonesia adalah negara yang peduli terhadap keberlangsungan pendidikan agama yang ada. Contohnya saja di tahun 2020 lalu, covid 19 menggoncang seluruh proses pendidikan yang ada di Indonesia namun pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintah Indonesia memberikan suntikan dana sejumlah Rp2,6 triliun kepada pesantren dan pendidikan keagamaan melalui program pemulihan ekonomi pesantren. Tidak lain dan tidak bukan agar pesantren dapat menyesuaikan diri dengan keadaan covid 19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Secara lebih rinci, dana ini dialokasikan untuk operasional pendidikan pesantrenm madrasah diniyah, taqmiliyah, dan pendidikan Al Quran sejumlah Rp2,38 triliun. Selain itu, sejumlah Rp211,7 miliar untuk pembelajaran pesantren selama tiga bulan. Disamping operasional tersebut, ada juga dana yang dialokasikan untuk insentif guru, ustadz, dan pengasuh pondok pensatren melalui bantuan sosial. Selain untuk operasional, dana juga dialokasikan untuk bantuan pembangunan pesantren serta perbaikan sarana dan prasaran. Bahkan juga ada bantuan untuk para santri yang dapat diakses melalui Kredit Usaha Rakyat dalam rangka membantu santri untuk menjalankan usaha produktif.

2. Non Pemerintah

Dana dari non pemerintah berupa sumbangan ataupun hibah dari para dermawan. Dana ini umumnya digunakan oleh pesantren untuk proses pembangunan, misalnya gedung maupun pemenuhan sarana dan prasarana. Wujud bantuan dari masyarakat kepada pesantren tidak hanya berupa uang, namun juga wakaf berupa tanah maupun hal lain diluar konteks uang. Hal ini juga bermanfaat bagi pesantren, terlebih pesantren-pesantren yang masih berada pada tahap pembangunan. Perhatian dari masyarakat berupa dana maupun wakaf adalah hal yang dapat mempercepat proses pembangunan dan pemenuhan kebutuhan pesantren yang akan digunakan untuk pemaksimalan proses transfer ilmu dari kyai kepada santri.

Selain itu, sumber dana pesantren juga dapat diperoleh dari pembayaran orang tua santri karena proses pendidikan yang telah dilakukan. Dana ini juga umumnya digunakan oleh pesantren untuk kemaslahatan warga pesantren secara menyeluruh baik itu diwujudkan melalui pemenuhan perlengkapan, dan hal lainnya.

3. Daya Kreatif Penyelenggara

Pesantren yang baru berdiri terkadang jarang melakukan hal ini, karena mereka lebih terfokus pada sumber lain yang dapat memperoleh dana secara lebih cepat. Padahal melalui daya kreatif penyelenggara pesantren juga dapat memperoleh kucuran dana. Apa sih itu daya kreatif penyelenggara? Sederhanya nya sih seperti ini, apabila penyelenggara memiliki kelebihan tertentu maka dapat dituangkan menjadi suatu usaha dipesantren yang dapat menghasilkan uang. Lalu apakah koperasi pesantren juga termasuk dalam hal ini? Menurut saya iya, karena nyatanya tanpa ada kreatifitias mana mungkin akan ada koperasi pesantren. Semua dimulai dari kreatifitas, begitulah kiranya cara memperoleh uang.

Membentuk wirausaha di pesantren harus dimulai dari kreatifitas dan juga harus didukung oleh fasilitas yang memadai. Misalnya saja mengajukan pendirian BLK Komunitas, hal ini juga merupakan langkah kreatif penyelenggara. Disamping dapat mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi, secara khusus dapat meningkatkan kompetensi para santri. Santri memiliki kemampuan lain di luar kemampuan agama yang telah dimiliki, misalnya adalah kemampuan pengolahan hasil pertanian (agroindustri). Melalui hal ini, mereka mampu menciptakan produk-produk pangan maupun produk lain dari hasil pertanian dan menjualnya atas nama pesantren. Inilah kreatifitas..

Leave a Reply

Your email address will not be published.