Hidroponik : Keunggulan, Kelemahan, Menanam Hidroponik Dengan Spon, Peluang Bisnis

Menanam hidroponik dengan spon, kok bisa? Sebelum masuk kepada pembahasan inti, yaitu bagaimana cara menanam hidroponik dengan spon kita akan melakukan pengenalan terlebih dahulu apa itu hidroponik dan apa saja kelebihan serta kekurangannya, serta banyak lagi hal menarik yang akan kami sajikan berikut ini.

Pengertian Hidroponik

“Hidros” dan “Ponos” adalah bahasa yunani yang menjadi cikal bakal kata hidroponik saat ini. Dimana “Hidros” di artikan sebagai air dan “Ponos” diartikan sebagai mengerjakan.

Berdasarkan 2 kata ini, kita sudah terbayang apabila tanaman hidroponik itu adalah tanaman yang di tanam dengan media air. Yang artinya “hidroponik” dapat kita artikan sebagai kegiatan bercocok tanam dengan media utama adalah air.

Berarti sudah jelas yang membedakan antara metode hidroponik dan tradisional adalah jenis media tanamnya. Umumnya, metode bercocok tanam tradisional menggunakan tanah seperti contohnya bercocok tanam padi.

Sedangkan metode bercocok tanah hidroponik ini menggunakan air sebagai media tanamnya, telah banyak jenis tanaman yang telah dipadukan dengan metode hidroponik ini, terutama sayur-sayuran seperti selderi, timun, kailan, selada hijau, sawi, buncis, bayam, brokoli, dan lainnya. Disamping itu ada juga produk hidroponik berupa bunga (orchid, mawar, marigold, dll), buah (pisang, tembikai, dll), dan tanaman herba (tumbuhan kecil dan rendah seperti parsley, mint, dll).

udah mengerti kan guys arti hidropinok, yuk kita lanjutkan ke sesi berikutnya.

Bagaimana Sejarah Hidroponik?

Sylva Sylvarum yang merupakan karya tulis dari Francis Bacon pada tahun 1627 adalah awal dari sejarah hidroponik. Dalam Sylva Sylvarum dibahas mengenai budidaya tanaman tanah dengan media selain tanah. Menarik bukan, tanaman tanah namun tidak menggukana tanah.

Kemdian penelitiannya dilanjutkan oleh Jhon Woodward pada tahun 1699 dengan hasil bahwa tanaman yang tumbuh dengan air jernih tidak lebih bagus daripada tanaman yang tumbuh dengan air keruh/air bercampur sedikit lumpur. Berarti kesimpulannya bahwa air tidak mengandung cukup nutri untuk tanaman.

Seiring dengan penelitian yang terus dilakukan, maka tahun 1842 hasil manis pun mulai terlihat oleh Julius von Sachs dan Wilhelm Knop. Mereka menemukan bahwa perlu sembilan nutrsi untuk menghasilan tanaman yang subur.

Pada 1859-1865 mulai dibuat nutrisi tanaman berbentuk larutan dengan 9 elemen hasil penelitian tadi. Inilah yang menjadi dasar nutrisi hidroponik yang sanggup menggantikan unsur hara di dalam tanah.

Puncak dari penelitian metode cocok tanam modern ini adalah pada saat penelitian Willian Frederick Gericke pada tahun 1929 dari Universitas California, Barkeley yang menemukan metode bercocok tanam hidroponik.

Kala itu diberi nama aquaculture, namun ternyata istilah ini telah dipakai oleh budidaya hewan air. Karena itu, oleh WA Setchell disarankan menggunakan nama “Hidroponik”.

William Frederick telah mampu menanam tomat hingga setinggi 25 kaki di belakang rumahnya karena hasil penelitiannya ini. Kemudian dia didesak oleh kampusnya untuk memberikan resep nutrisi tersebut, karena sebelumnya dia meminta izin menggunakan fasilitas greenhouse milik kampus untuk melakukan penelitian lanjut tentang hidroponik ini.

Setelah menyanggupinya, baru kampus memberikan izin kepada William untuk menggukan fasilitas tersebut sekaligus teknologinya.

Namun, kampus memiliki niatan lain yaitu menyusun kembali nutrsi yang telah william hasilkan dengan mengirim Hoagland dan Arnon tanpa sepengetahuan William. Namun, William menyadari hal tersebut dan segera mempublikasikan hasil penelitiannya secara luas dengan tujuan tidak terjadi monopoli oleh universitas.

Maka pada tahun 1940, Willian mempublikasikan tulisannya dengan judul Complete Guide to Soil less Gardening. Inilah sejarah singkat mengenai metode hidroponik yang kita kenal saat ini. Mungkin dalam tulisannya itu, William tidak menjelaskan bagaimana menanam hidroponik dengan spon, tapi ini tetaplah beranjak dari konsep yang dia miliki.

Keunggulan Tanaman Hidroponik

Sebelum masuk ke cara menanam hidroponik dengan spon kita bahas dulu nih keunggulannya tanaman hidroponik, biar nanti tambah semangat nanamnya.

1. Tentunya tidak perlu menggunakan tanah adalah keuggulan pertama dari tanaman hidroponik, cukup dengan media air

2. Walaupun memerlukan air, tapi bukan berarti airnya harus banyak karena air akan terus diedarkan dalam sistem yang telah dibentuk sebelumnya

3. Tidak ada tanah berceceran tentu menyebabkan tanaman hidroponik lebih bersih dan enak dipandang mata

4. Bebas dari hama yang biasanya muncul di tanah

5. Lebih cepat tumbuh apabila mendapatkan pengelolaan yang tepat

6. Gizi yang lebih tinggi sehingga banyak diminati dan cocok menjadi ladang bisnis

7. Lahan sempit tidak terlalu menjadi masalah karena media tanamnya adalah air, bukan tanah

8. Hasil panennya mudah di ambil

Itulah beberapa keunggulannya, gimana? sudah tambah semangat bercocok tanam tanaman hidroponik. Tunggu dulu, jangan terlalu bahagia sebelum kita baca kelemahannya agar informasi yang kita dapat seimbang.

Kekurangan dan Permasalahan Tanaman Hidroponik

Berikut ini beberapa kekurangan bercocok tanam dengan media hidroponik yang perlu diperhatikan :

1. Modal yang cukup besar

2. Karena menggunakan close system maka apabila ada tanaman yang terkena parasit (patogen) maka besar kemungkinan tanaman yang lain juga ikut rusak

3. Pada kultur substrat atau agregat, pelayuan tanaman dapat lebih cepat karena kapasitas mengikat air lebih kecil dibandingkan tanah

Media Tanam Hidroponik

Selain cara menanam hidpornik dengan spon, ada pula media lain yang bisa digunakan seperti berikut ini :

1. Sabut kelapa

Ini merupakan media yang paling populer karena banyak tersebar. Selain itu, apabila sabut kelapa digiling maka dapat menjadi media yang kaya akan hormon dan bebas dari jamur untuk tanaman.

Apabila di daerah rumah anda banyak terdapat pohon kelapa dengan sabut yang berserakan tanpa pengolahan, mungkin ini dapat menjadi cara lain bagi anda untuk bertanam hidroponik selain menanam hidroponik dengan spon.

2. Hydroton (pelet tanah liat)

Selain menanam hidroponik dengan spon, hydroton juga dapat menjadi salah satu cara menanam hidroponik. Kelebihan dari media ini adalah mampu melepaskan nutrisi ke aliran air dan pH nya netral. Disamping itu, karena bentuknya membulat maka membantu keseimbangan oksigen atau air agar tidak terlalu kering atau kebanyakan air. Namun, di lain sisi media ini juga terlalu berat.

3. Rockwool

Ini salah satu media yang ramah lingkungan karena terbuat dari lelehan batu gunung berapi namun pH nya cukup tinggi sehingga perlu direndam.

Ini biasanya banyak digunakan untuk bertanam sayuran dan tanaman hias, terlebih rockwoll juga mudah dijumpai di pasaran. Karena itu, bagi anda yang memilih cara menanam hidroponik dengan spon, maka anda dapat menggunakan rockwool ini sebagai media tanam lanjutan.

4. Kerikil

Sebelum kerikil digunakan jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu, ini cocok sebagai media cocok tanaman bagi pemula yang ingin mencoba metode hidroponik.

5. Serat Kayu

Serat kayu dapat mengurangi efek pengatur tumbuh yang artinya tanaman yang ditanam mungkin ukurannya akan lebih besar.

6. Perlit

Ini merupakan kaca vulkani yang mengandung banyak air. Media ini memiliki tingkat retensi oksigen terbaik dari semua media tanam yang telah dijelaskan. Karena keunggulannya itu, media ini juga sangat cocok untuk media lanjutan dari tanaman anda apabila anda telah menggunakan cara menanam hidroponik dengan spon sebelumnya.

Tetapi metode ini juga perlu untuk dikombinasikan dengan sabut kelapa maupun vermikulit.

Itulah beberapa cara lain yang dapat digunakan selain cara menanam hidroponik dengan spon. Banyak bukan…

Tanaman Hidroponik Yang Dapat Dijadikan Peluang Bisnis

1. Paprika

Menanam paprika dengan metode hidroponik dapat menghasilkan 2,5 kg buah per tanaman apabila mendapatkan perwatan yang tepat artinya ini lebih banyak 1,5 kg dibandingkan penanaman dengan media tanah yang umumnya hanya menghasilkan 1 kg per tanaman.

Hal yang paling krusial dalam menanam paprika dengan konsep hidroponik ini adalah perhatian pada konsentrasi nutrisi hidroponik yang akan diserah oleh paprika. Ini dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena kita tau bahwa paprika adalah jenis tanaman dengan nilai ekonomi yang tinggi di pasaran.

Terlebih apabila kita dapat memasarkannya secara digital

2. Tomat

Tomat juga dapat ditanam dengan konsep hidroponik. Ini akan menjadi bisnis yang mampu menghasilkan apabila dikelola dengan baik, apalagi apabila anda menggunakan tomat dengan bibit unggul.

3. Seledri

Ini murapakan tanaman yang paling banyak ditanam dengan konsep hidroponik dewasa ini. Dengan konsep hidroponik tentu membuatnya menjadi bebas pestisida dan lebih sehat.

Seledri sudah sangat lekat dengan lidah orang indonesia, bahkan banyak makanan yang menggunakan seledri sebagai penyedap aroma masakan atau sekedar memperindah tampilan makanan tersebut agar enak dipandang mata.

Anda dapat menanam seledri dengan metode “cara menanam hidroponik dengan spon” seperti yang akan di sebutkan di bawah ini. Baik untuk keperluan bisnis atau sekedar digunakan di rumah anda sebagai pelengkap makanan.

4. Anggur

Anggur juga dapat ditanam secara hidroponik, ini merupakan buah yang telah terkenal sejak lama dan selalu ada di pasaran karena memang selalu ada peminatnya.

Cara Menanam Hidroponik Dengan Spon

Sekarang kita masuk kepada inti pembahasan, yaitu cara menanam hidroponik dengan spon. Semoga cara ini bermanfaat, yuk kita cermati menanam hidroponik dengan spon berikut ini :

1. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konteks menanam hidroponik dengan spon ini tentulah siapkan spon yang akan digunankan. Lalu potonglah spon menjadi persegi empat yang berukuran panjang 2 cm dan lebar 2 cm apabila anda menginginkan ukuran yang lebih kecil. Kemudian, masukkan spon ke dalam air bersi dan peras secara perlahan agar pori-pori yang ada di spon menyerap air dengan baik. Sehingga dia dapat lembab untuk beberapa waktu yang lama.

2. Kemudian letakkan spon di tempat penyemaian yang telah anda tentukan

3. Masukkan bibit tanaman ke dalam spon tadi, baik 1, 2 atau 3 bibit per sponnya

4. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari agar spon tetap menyimpan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman

5. Jauhkan dari serangga pengganggu yang dapat merusak tanaman anda

6. Penyemaian mungkin memerlukan waktu 8 – 10 hari, apabila telah muncul benih tanaman maka dapat dipindahkan ke media hidroponik yang lain seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Itulah cara menanam hidroponik dengan spon, semoga mudah dipahami ya guys.

Itu lah beberapa pembahasan mengenai cara menanam hidroponik dengan spon beserta informasi lainnya. Sebenarnya masih banyak media tanam hidroponik, yang disebutkan di atas hanyalah metode tanam yang terkenal praktis. Semoga informasi mengenai cara menanam hidrponik dengan spon ini bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.