Tahapan Manajemen Keuangan Dan Bentuk Anggaran

Tahapan Manajemen Keuangan

Tahapan manajemen keuangan sebenarnya memiliki 4 bagian pasti yaitu :

  1. Perencanaan
  2. pelaksanaan
  3. pengawasan
  4. pelaporan

Umumnya, setiap instansi atau organisasi tetap memiliki proses manajemen keuangan yang sama. Dimulai dari perencaan dan berakhir pada pertanggungjawaban. Misalnya saja pesantren, mereka tetap merencanakan keuangan hanya saja mereka biasanya menyebutnya dengan Rancangan Anggaran Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP) yang di dalamnya berisi informasi penting tentang perencanaan keuangan.

Tentunya keempat tahapan manajemen keuangan ini saling terhubung dan melengkapi satu dengan yang lainnya sehingga harus menjadi perhatian manajemen agar tidak ada satupun tahapan yang tidak maksimal atau bahkan tertinggal untuk dilaksanakan. Sangat konyol apabila pelaksanaan tapi tidak ada pertanggungjawaban. Hal seperti ini akan menjadi permasalahan serius yang dapat berakhir pada pidana tentunya. Karena, organisasi non profit seperti pesantren pun memiliki sumber keuangan pesantren yang mana mereka tentunya mengharapkan pertanggungjawaban dari dana yang mereka berikan. 

Emang sih mereka bilangnya ikhlas ngasih dana. But come on…siapa sih yang gak enak hati liat dana yang dikasih tapi arahnya gak jelas..

Pandangan lain dalam tahapan manajemen keuangan

Selain pendapat di atas, ada pula yang menyatakan bahwa tahapan manajemen keuangan memiliki tiga tahapan penting yang saling terhubung yaitu perencanaan, pelaksanaa, dan penelitian. mari kita bahas satu persatu

Perencanaan

Perencanaan menjadi tahapan yang harus diperhatikan karena ini dapat mempengaruhi keadaan keuangan organisasi atau perusahaan di masa yang akan datang. Jika tidak melakukan antisipasi maka sangat mungkin akan terjadi krisis yang dapat membahyakan keberlangsungan pihak terkait.

Pelaksanaan

Penganggaran yang telah dilakukan sebelumnya dengan segala macam pertimbangan maka akan ditindak lanjuti dengan proses pelaksanaan dengan tetap berpedoman pada prinsip efektif dan eifisien.

Penelitian

Anggaran yang telah diciptakan selain menjadi tools untuk merencana dan kontrol manajemen juga sekaligus menjadi sebuah tools bantu untuk memberikan rute suatu organisasi. Deddy Nordian juga memiliki pendapat mengenai fungsi anggaran ini, diantaranya :

a. Alat perencana. Anggaran tentu dapat menjadi tools perencana yang sangat baik apabila dibentuk secara terperinci dan jelas.

b. Alat Kontrol. Dengan anggaran yang jelas maka manajemen dapat mengontrol arus keungan sedemikian rupa tidak terjadi inefesiensi maupun inefektivitas.

c. Alat Kebijakan. Arah dari suatu kebijakan dapat ditentukan dengan adanya anggaran.

d. Alat Politik. Komitmen para pengelola dapat terlihat melalui program-program yang telah dijanjikan dan tertuang dalam anggaran.

e. Media komunikasi sekaligus koordinasi. Masing-masing pihak terkait dapat melakukan tukar pendapat sekaligus kerja sama karena adanya dokumen anggaran yang komprehensif.

f. Penilaian kinerja. Anggaran dapat dikatakan sebagai patokan, maka apabila anggaran terlaksana sesuai dengan perencanaan maka makan dapat dikatakan kinerja telah berlangsung dengan baik.

g. Motivasi.

Bentuk Bentuk Anggaran

Anggaran per butir

Ini merupakan jenis anggaran konvensional dan sederhana. Pengelompokkan berdasarkan kategori tertentu menjadi ciri khas bentuk ini, seperti gajih, honorarium, dan lainnya. Tentu kelebihan dari bentuk ini adalah kesederhanaannya sehingga pengawasan biaya yang keluar menjadi lebih mudah, namun bentuk ini sulit untuk menganasis untuk rugi.

Anggaran butir program

Biaya masing-masing program menjadi fokus dari jenis anggaran ini sehingga sangat ditentukan oleh jenis program yang dimiliki. Akibatnya sentralisasi yang tinggi terhadap suatu program dapat dihindari.

Anggaran base kinerja

Kinerja menjadi dasar dari anggaran ini. Dalam bentuk ini pekerjaan akan dipecah menjadi beban kerja dan unit hasil yang dapat diukur.

Kesimpulan tahapan manajemen

Di atas kita telah melihat dua paparan mengenai tahapan manajemen keuangan. Sedikit berbeda, namun secara konsep tetap pada garis yang sama dimulai dari perencanaan dan berakhir pada penilaian yang dapat dijadikan alat kontrol manajemen. Saya pribadi lebih senang mengikuti persepsi yang menyatakan bahwa manajemen keuangan terdiri dari 4 tahapan, karena ini lebih terperinci sehingga mudah di pahami tapi untuk tiga tahapan juga benar karena pada nyatanya memiliki konsep yang sama. Jadi gimana guys? mau empat tahapan atau tiga tahapan itu terserah kalian yang terpenting kalian memahaminya. itulah kesimpulan pada pembahasan tahapan manajemen keuangan kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.