Beberapa Sifat Kepemimpinan Yang Harus Anda Miliki

Berikut akan dibahas mengenai beberapa sifat kepemimpinan yang harus anda miliki, namun sebelum itu mari kita bahas beberapa gaya kepemimpinan yang sering terjadi. Kamu termasuk yang mana? kita bahas secara lengkap berikut ini.

Gaya Kepemimpinan Mana Yang Kamu Miliki?

Tau gak ternyata jenis atau gaya kepemimpinan itu banyak sekali? kamu kira-kira masuk golongan yang mana ya.. yuk kita mulai

1.Otoriter atau Otokratis

Gaya kepimimpinan ini umumnya meletakkan kekuasaan hanya pada pemimpin. Artinya penguasa tunggal dalam suatu organisasi atau kelompok hanyalah pemimpin. Hal ini karena, pemimpin memiliki pandangan bahwa dia “lebih” dari seluruh anggota lainnya.

Jadi bisa kita bayangkan bagaimana proses organisasi dengan gaya kepemimpinan seperti ini. Tentu apa yang dikatakan pimpinan adalah mutlak dan harus dijalankan.

2. Demokratis

Menurut Woods dalam Laliasa (2018), gaya kepemimpinan ini adalah kesanggupan untuk mempengaruhi orang lain sehingga mau bekerja dalam satu kesatuan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan, tentu dengan cara menentukan kegiatan secara bersama yaitu antara bawahan dan pimpinan.

Tentu gaya kepimpinan seperti ini lebih manis di dengar daripada gaya kepemimpinan sebelumnya, namun gaya kepemimpinan demokratis ini juga tidak mudah dijalankan. Mengapa demikian? karena pasti ada perbedaan pendapat dalam proses penentuan kegiatan maupun hal lainnya. Padahal kebersamaan dalam menetapkan sesuatu adalah mutlak dalam gaya kepemimpinan demokratis.

3. Transformasional

Menurut O’Leary, gaya kepemimpian ini merupakan jenis kepemimpinan yang diterpakan oleh pimpinan agar kelompok dapat melebarkan batas dan mencapai kinerja yang melampaui status quo (keadaan dalam waktu tertentu) maupun mencapai tujuan kelompok yang sepenuhnya adalah hal baru.

4. Delegatif

Rivai (2004) berpendapat bahwa orang yang bertipe delegatif akan membuat pengikutnya melakukan apa yang mereka inginkan. Berarti terkait dengan inisiatif? ya.

Ini juga diperkuat dengan pendapat Salusu (2006) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan delegatif akan mendorong kemampuan staf untuk mengambil inisiatif.

5. Strategis

Finkelstein dan Hambrick menafsirkan bawah gaya kepemimpinan ini adalah kesanggapan para eksekutif terkait yang memiliki tanggungjawab seutuhnya mengenai karakteristik setiap individu, aktvitas, cara mereka melaksanakan aktivitas, dan dampak dari aktivitas itu memberi pengaruh pada hasil dan tujuan organisasi.

Dimana Phipps dan Burbach (2011) yang berdasar pada Cannella dan Monroe menyatakan bahwa hal dasar dari kepemimpinan gaya ini adalah visi pemimpin dan interpretasinya terhadap informasi yang datang dipengaruhi oleh nilai yang dianut, wawasan, dan kepribadian pemimpin tersebut.

6. Suportif

Menurut House dan Robbins (2006) kepemimpinan suportif adalah kepemimpinan yang selalu bersedia menjelaskan segala permasalahan pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan hati para karyawan.

7. Karismatik

Tipe kepemimpinan karismatik adalah kesanggupan memanfaatkan kelebihan pribadi dalam mempengaruhi orang orang lain baik pikiran, perasaan, maupun tingkah laku sehingga muncul kekaguman terhadap pimpinan.

8. Melayani

Gaya kepemimpinan melayani atau servant leadership adalah konsep yang diutarakan oleh Robert K. Greenleaf dalam Servant Leadership (1970). Ini merupakan konsep yang muncul karena ketulusan hati menjadi pihak yang melayani orang lain, dengan rasa ini maka muncullah keinginan untuk memimpin orang lain.

Di lain waktu, Sandjaya dan Sarros (2002) juga berpendapat juga berpendapat mengenai kepemimpinan ini. Mereka menyatakan bahwa gaya melayani sebagai jenis yang melayani dan mengembangkan aspek moral dan membangun kerja tim.

9. Birokrasi

Pemimpin dengan tipe birokrasi mengharapkan anggota tim untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Apabila perusahaan yang dipimpin adalah industri dan departemen maka cocok menggunakan gaya kepemimpinan ini.

10. Visioner

Menurut Goleman (2004) kepemimpinan visioner merupakan jenis yang berusaha untuk menggerakkan orang banyak kepada impian bersama dengan dampak iklim emosi paling positif dan paling tepat diterapkan ketika perubahan membutuhkan visi baru atau saat diperlukan arah yang jelas.

9 Sifat Kepemimpinan Yang Harus Kamu Miliki Sebagai Pemimpin

Berikut penjelasan mengenai 9 sifat kepemimpinan :

  1. Integritas

Sifat kepemimpinan yang pertama adalah integritas. Seseorang yang memiliki integritas artinya memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang kuat. “Integer” adalah asal katadari integritas, ini merupakan bahasa latin yang berarti kuat dalam mempertahankan prinsip, tidak ingin korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada pribadi sebagai moral.

2. Pengetahuan luas

Sifat kepemimpinan berikutnya adalah berpengatahuan luas. Pemimpin harus memiliki pengetahuan mengani tujuan kelompok atau organisasi sekaligus bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien. Pemimpin juga harus berpedan dalam mendorong anggota nya untuk beraktivitas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing sekaligus memberikan sugesti dan semangat agar tujuan dapat dicapai.

Pemimpin harus mampu memberikan ide selaku pimpinan kelompok, memberikan informasi, sebagai perencana, mewakili kelompok, bahkan sebagai ahli dibidangnya.

Dan pemimpin harus menjalankan proses manajemen sebagai mana mestinya karena sadar bahwa ini adalah proses yang saling terhubung.

3. Keberanian

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang memiliki keberanian. Tanpa adanya keberanian maka tidak ada terobosan-terobosan yang memperbaiki organisasi ataupun membawa organisasi secara lebih cepat pada tujuan.

Keberanian disini maksudnya adalah keberanian yang penuh perhitungan dan terukur sehingga mengambil risiko dengan dasar analisis yang telah dilakukan. Bukan keberanian yang tidak berdasar tentunya.

4. Inisiatif

Sifat kepemimpinan yang keemapat adalah inisiatif, mengapa demikian ? karena pemimpin harus mampu membaca apa yang seharusnya dilakukan. Inisiatif ini biasanya berhubungan erat dengan tingkat kreativitas seseorang. Pemimpin yang kreatif dan kaya akan ide serta dilengkapi dengan keberanian maka akan menjadi pemimpin yang mampu mengaktifkan seluruh warga kelompok yang dipimpinnya.

5. Kebijaksanaan

Sifat kepemimpinan yang kelima adalah kebijaksanaan, dimana Baltes mendefisinkan kebijaksanaan sebagai keahlian dalam mengatasi permasalah mendasar yang berkaitan dengan prilaku dan makna hidup, yang mana ini adalah perbaduan antara intektual dan karakter.

Sedangkan menurut Stendberg, kebijaksanaakn adalah penilaian dari pemahaman individu dengan masalah yang dimiliki serta melibatkan solusi sebagai alternatif pemecahan masalahnya yang memaksimalkan berbagai macam keseimbangan antara dirinya sendiri, orang lain, dan aspek lainnya dalam kehidupan.

6. Keadilan

Sifat adil berarti tidak memihak pada suatu titik atas suatu konflik. Keadilan sangat diperlukan dalam memimpin organisasi atau kelompok karena tanpa adanya keadilan maka kelompok yang dipimpin pasti akan tercerai berai. Muncul kecemburuan antara anggota sehingga menimbulkan kekacauan yang luar biasa.

Sifat kepemimpinan yang satu ini termasuk yang mudah dikatakan tapi sulit dilaksanakan. Karena terkadang adil menurut kita, tetapi tidak adil bagi orang lain.

7. Kepercayaan

Sifat kepemimpinan yang ketujuh adalah kepercayaan. Ini adalah sifat mendasar, karena sesorang dipilih oleh orang lain sebagai pemimpin karena mereka memiliki kepercayaan bahwa orang tersebut dapat memimpin mereka.

Maka berawal dari kepercayaan pula kesuksesan itu muncul. Jika anggota percaya kepada pimpinannya, maka mereka akan terus mendukung jalannya kepemimpinan yang kita lakukan. Namun, sangat berbahaya apabila kepercayaan itu telah menghilang dalam suatu proses kepemimpinan.

8. Sikap yang baik

Sifat kepemimpinan berikutnya adalah berkaitan dengan sikap yang baik.

Berawal dari sikap, maka muncullah kesan orang lain kepada kita. Maka tunjukkan lah sikap yang baik, sehingga orang-orang disekitar kita memiliki kesan yang baik terhadap kita. Sehingga terbangunlah hubungan yang erat dan saling mendukung dalam proses organisasi mencapai tujuan.

Membangun kesan yang baik juga dapat dimulai melalui komunikasi kepada orang lain. Komunikasi dapat dikatakan memiliki peranan sangat penting dalam kegiatan kerjasama.

Baca Juga :

9. Tidak Egois

Sifat kepemimpinan yang terakhir pada pembahasan kali ini adalah tidak mememtingkan diri sendiri. Pernah mendengar istilah parasitisme, keadaan dimana hanya menguntungkan diri pribadi tapi merugikan orang lain. Hal ini sangat dilarang dalam kepemimpinan, karena ini akan menimbulkan citra buruk dan kebencian dalam diri orang-orang yang dirugikan.

Hal ini sederhana, tapi sering dipraktekkan oleh oknum-oknum pemimpin yang kurang baik. Sehingga yang keadaan yang muncul berikutnya adalah adu kekuatan untuk mempertahankan ego masing-masing.

Itulah beberapa sifat kepemimpinan yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, terus belajar dan jadilah pemimpin yang luar biasa.

Berikut akan dibahas mengenai beberapa sifat kepemimpinan yang harus anda miliki, namun sebelum itu mari kita bahas beberapa gaya kepemimpinan yang sering terjadi. Kamu termasuk yang mana? kita bahas secara lengkap berikut ini.

Gaya Kepemimpinan Mana Yang Kamu Miliki?

Tau gak ternyata jenis atau gaya kepemimpinan itu banyak sekali? kamu kira-kira masuk golongan yang mana ya.. yuk kita mulai

1.Otoriter atau Otokratis

Gaya kepimimpinan ini umumnya meletakkan kekuasaan hanya pada pemimpin. Artinya penguasa tunggal dalam suatu organisasi atau kelompok hanyalah pemimpin. Hal ini karena, pemimpin memiliki pandangan bahwa dia “lebih” dari seluruh anggota lainnya.

Jadi bisa kita bayangkan bagaimana proses organisasi dengan gaya kepemimpinan seperti ini. Tentu apa yang dikatakan pimpinan adalah mutlak dan harus dijalankan.

2. Demokratis

Menurut Woods dalam Laliasa (2018), gaya kepemimpinan ini adalah kesanggupan untuk mempengaruhi orang lain sehingga mau bekerja dalam satu kesatuan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan, tentu dengan cara menentukan kegiatan secara bersama yaitu antara bawahan dan pimpinan.

Tentu gaya kepimpinan seperti ini lebih manis di dengar daripada gaya kepemimpinan sebelumnya, namun gaya kepemimpinan demokratis ini juga tidak mudah dijalankan. Mengapa demikian? karena pasti ada perbedaan pendapat dalam proses penentuan kegiatan maupun hal lainnya. Padahal kebersamaan dalam menetapkan sesuatu adalah mutlak dalam gaya kepemimpinan demokratis.

3. Transformasional

Menurut O’Leary, gaya kepemimpian ini merupakan jenis kepemimpinan yang diterpakan oleh pimpinan agar kelompok dapat melebarkan batas dan mencapai kinerja yang melampaui status quo (keadaan dalam waktu tertentu) maupun mencapai tujuan kelompok yang sepenuhnya adalah hal baru.

4. Delegatif

Rivai (2004) berpendapat bahwa orang yang bertipe delegatif akan membuat pengikutnya melakukan apa yang mereka inginkan. Berarti terkait dengan inisiatif? ya.

Ini juga diperkuat dengan pendapat Salusu (2006) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan delegatif akan mendorong kemampuan staf untuk mengambil inisiatif.

5. Strategis

Finkelstein dan Hambrick menafsirkan bawah gaya kepemimpinan ini adalah kesanggapan para eksekutif terkait yang memiliki tanggungjawab seutuhnya mengenai karakteristik setiap individu, aktvitas, cara mereka melaksanakan aktivitas, dan dampak dari aktivitas itu memberi pengaruh pada hasil dan tujuan organisasi.

Dimana Phipps dan Burbach (2011) yang berdasar pada Cannella dan Monroe menyatakan bahwa hal dasar dari kepemimpinan gaya ini adalah visi pemimpin dan interpretasinya terhadap informasi yang datang dipengaruhi oleh nilai yang dianut, wawasan, dan kepribadian pemimpin tersebut.

6. Suportif

Menurut House dan Robbins (2006) kepemimpinan suportif adalah kepemimpinan yang selalu bersedia menjelaskan segala permasalahan pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan hati para karyawan.

7. Karismatik

Tipe kepemimpinan karismatik adalah kesanggupan memanfaatkan kelebihan pribadi dalam mempengaruhi orang orang lain baik pikiran, perasaan, maupun tingkah laku sehingga muncul kekaguman terhadap pimpinan.

8. Melayani

Gaya kepemimpinan melayani atau servant leadership adalah konsep yang diutarakan oleh Robert K. Greenleaf dalam Servant Leadership (1970). Ini merupakan konsep yang muncul karena ketulusan hati menjadi pihak yang melayani orang lain, dengan rasa ini maka muncullah keinginan untuk memimpin orang lain.

Di lain waktu, Sandjaya dan Sarros (2002) juga berpendapat juga berpendapat mengenai kepemimpinan ini. Mereka menyatakan bahwa gaya melayani sebagai jenis yang melayani dan mengembangkan aspek moral dan membangun kerja tim.

9. Birokrasi

Pemimpin dengan tipe birokrasi mengharapkan anggota tim untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Apabila perusahaan yang dipimpin adalah industri dan departemen maka cocok menggunakan gaya kepemimpinan ini.

10. Visioner

Menurut Goleman (2004) kepemimpinan visioner merupakan jenis yang berusaha untuk menggerakkan orang banyak kepada impian bersama dengan dampak iklim emosi paling positif dan paling tepat diterapkan ketika perubahan membutuhkan visi baru atau saat diperlukan arah yang jelas.

9 Sifat Kepemimpinan Yang Harus Kamu Miliki Sebagai Pemimpin

Berikut penjelasan mengenai 9 sifat kepemimpinan :

  1. Integritas

Sifat kepemimpinan yang pertama adalah integritas. Seseorang yang memiliki integritas artinya memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang kuat. “Integer” adalah asal katadari integritas, ini merupakan bahasa latin yang berarti kuat dalam mempertahankan prinsip, tidak ingin korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada pribadi sebagai moral.

2. Pengetahuan luas

Sifat kepemimpinan berikutnya adalah berpengatahuan luas. Pemimpin harus memiliki pengetahuan mengani tujuan kelompok atau organisasi sekaligus bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien. Pemimpin juga harus berpedan dalam mendorong anggota nya untuk beraktivitas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing sekaligus memberikan sugesti dan semangat agar tujuan dapat dicapai.

Pemimpin harus mampu memberikan ide selaku pimpinan kelompok, memberikan informasi, sebagai perencana, mewakili kelompok, bahkan sebagai ahli dibidangnya.

Dan pemimpin harus menjalankan proses manajemen sebagai mana mestinya karena sadar bahwa ini adalah proses yang saling terhubung.

3. Keberanian

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang memiliki keberanian. Tanpa adanya keberanian maka tidak ada terobosan-terobosan yang memperbaiki organisasi ataupun membawa organisasi secara lebih cepat pada tujuan.

Keberanian disini maksudnya adalah keberanian yang penuh perhitungan dan terukur sehingga mengambil risiko dengan dasar analisis yang telah dilakukan. Bukan keberanian yang tidak berdasar tentunya.

4. Inisiatif

Sifat kepemimpinan yang keemapat adalah inisiatif, mengapa demikian ? karena pemimpin harus mampu membaca apa yang seharusnya dilakukan. Inisiatif ini biasanya berhubungan erat dengan tingkat kreativitas seseorang. Pemimpin yang kreatif dan kaya akan ide serta dilengkapi dengan keberanian maka akan menjadi pemimpin yang mampu mengaktifkan seluruh warga kelompok yang dipimpinnya.

5. Kebijaksanaan

Sifat kepemimpinan yang kelima adalah kebijaksanaan, dimana Baltes mendefisinkan kebijaksanaan sebagai keahlian dalam mengatasi permasalah mendasar yang berkaitan dengan prilaku dan makna hidup, yang mana ini adalah perbaduan antara intektual dan karakter.

Sedangkan menurut Stendberg, kebijaksanaakn adalah penilaian dari pemahaman individu dengan masalah yang dimiliki serta melibatkan solusi sebagai alternatif pemecahan masalahnya yang memaksimalkan berbagai macam keseimbangan antara dirinya sendiri, orang lain, dan aspek lainnya dalam kehidupan.

6. Keadilan

Sifat adil berarti tidak memihak pada suatu titik atas suatu konflik. Keadilan sangat diperlukan dalam memimpin organisasi atau kelompok karena tanpa adanya keadilan maka kelompok yang dipimpin pasti akan tercerai berai. Muncul kecemburuan antara anggota sehingga menimbulkan kekacauan yang luar biasa.

Sifat kepemimpinan yang satu ini termasuk yang mudah dikatakan tapi sulit dilaksanakan. Karena terkadang adil menurut kita, tetapi tidak adil bagi orang lain.

7. Kepercayaan

Sifat kepemimpinan yang ketujuh adalah kepercayaan. Ini adalah sifat mendasar, karena sesorang dipilih oleh orang lain sebagai pemimpin karena mereka memiliki kepercayaan bahwa orang tersebut dapat memimpin mereka.

Maka berawal dari kepercayaan pula kesuksesan itu muncul. Jika anggota percaya kepada pimpinannya, maka mereka akan terus mendukung jalannya kepemimpinan yang kita lakukan. Namun, sangat berbahaya apabila kepercayaan itu telah menghilang dalam suatu proses kepemimpinan.

8. Sikap yang baik

Sifat kepemimpinan berikutnya adalah berkaitan dengan sikap yang baik.

Berawal dari sikap, maka muncullah kesan orang lain kepada kita. Maka tunjukkan lah sikap yang baik, sehingga orang-orang disekitar kita memiliki kesan yang baik terhadap kita. Sehingga terbangunlah hubungan yang erat dan saling mendukung dalam proses organisasi mencapai tujuan.

Membangun kesan yang baik juga dapat dimulai melalui komunikasi kepada orang lain. Komunikasi dapat dikatakan memiliki peranan sangat penting dalam kegiatan kerjasama.

Baca Juga :

9. Tidak Egois

Sifat kepemimpinan yang terakhir pada pembahasan kali ini adalah tidak mememtingkan diri sendiri. Pernah mendengar istilah parasitisme, keadaan dimana hanya menguntungkan diri pribadi tapi merugikan orang lain. Hal ini sangat dilarang dalam kepemimpinan, karena ini akan menimbulkan citra buruk dan kebencian dalam diri orang-orang yang dirugikan.

Hal ini sederhana, tapi sering dipraktekkan oleh oknum-oknum pemimpin yang kurang baik. Sehingga yang keadaan yang muncul berikutnya adalah adu kekuatan untuk mempertahankan ego masing-masing.

Itulah beberapa sifat kepemimpinan yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, terus belajar dan jadilah pemimpin yang luar biasa.

Berikut akan dibahas mengenai beberapa sifat kepemimpinan yang harus anda miliki, namun sebelum itu mari kita bahas beberapa gaya kepemimpinan yang sering terjadi. Kamu termasuk yang mana? kita bahas secara lengkap berikut ini.

Gaya Kepemimpinan Mana Yang Kamu Miliki?

Tau gak ternyata jenis atau gaya kepemimpinan itu banyak sekali? kamu kira-kira masuk golongan yang mana ya.. yuk kita mulai

1.Otoriter atau Otokratis

Gaya kepimimpinan ini umumnya meletakkan kekuasaan hanya pada pemimpin. Artinya penguasa tunggal dalam suatu organisasi atau kelompok hanyalah pemimpin. Hal ini karena, pemimpin memiliki pandangan bahwa dia “lebih” dari seluruh anggota lainnya.

Jadi bisa kita bayangkan bagaimana proses organisasi dengan gaya kepemimpinan seperti ini. Tentu apa yang dikatakan pimpinan adalah mutlak dan harus dijalankan.

2. Demokratis

Menurut Woods dalam Laliasa (2018), gaya kepemimpinan ini adalah kesanggupan untuk mempengaruhi orang lain sehingga mau bekerja dalam satu kesatuan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan, tentu dengan cara menentukan kegiatan secara bersama yaitu antara bawahan dan pimpinan.

Tentu gaya kepimpinan seperti ini lebih manis di dengar daripada gaya kepemimpinan sebelumnya, namun gaya kepemimpinan demokratis ini juga tidak mudah dijalankan. Mengapa demikian? karena pasti ada perbedaan pendapat dalam proses penentuan kegiatan maupun hal lainnya. Padahal kebersamaan dalam menetapkan sesuatu adalah mutlak dalam gaya kepemimpinan demokratis.

3. Transformasional

Menurut O’Leary, gaya kepemimpian ini merupakan jenis kepemimpinan yang diterpakan oleh pimpinan agar kelompok dapat melebarkan batas dan mencapai kinerja yang melampaui status quo (keadaan dalam waktu tertentu) maupun mencapai tujuan kelompok yang sepenuhnya adalah hal baru.

4. Delegatif

Rivai (2004) berpendapat bahwa orang yang bertipe delegatif akan membuat pengikutnya melakukan apa yang mereka inginkan. Berarti terkait dengan inisiatif? ya.

Ini juga diperkuat dengan pendapat Salusu (2006) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan delegatif akan mendorong kemampuan staf untuk mengambil inisiatif.

5. Strategis

Finkelstein dan Hambrick menafsirkan bawah gaya kepemimpinan ini adalah kesanggapan para eksekutif terkait yang memiliki tanggungjawab seutuhnya mengenai karakteristik setiap individu, aktvitas, cara mereka melaksanakan aktivitas, dan dampak dari aktivitas itu memberi pengaruh pada hasil dan tujuan organisasi.

Dimana Phipps dan Burbach (2011) yang berdasar pada Cannella dan Monroe menyatakan bahwa hal dasar dari kepemimpinan gaya ini adalah visi pemimpin dan interpretasinya terhadap informasi yang datang dipengaruhi oleh nilai yang dianut, wawasan, dan kepribadian pemimpin tersebut.

6. Suportif

Menurut House dan Robbins (2006) kepemimpinan suportif adalah kepemimpinan yang selalu bersedia menjelaskan segala permasalahan pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan hati para karyawan.

7. Karismatik

Tipe kepemimpinan karismatik adalah kesanggupan memanfaatkan kelebihan pribadi dalam mempengaruhi orang orang lain baik pikiran, perasaan, maupun tingkah laku sehingga muncul kekaguman terhadap pimpinan.

8. Melayani

Gaya kepemimpinan melayani atau servant leadership adalah konsep yang diutarakan oleh Robert K. Greenleaf dalam Servant Leadership (1970). Ini merupakan konsep yang muncul karena ketulusan hati menjadi pihak yang melayani orang lain, dengan rasa ini maka muncullah keinginan untuk memimpin orang lain.

Di lain waktu, Sandjaya dan Sarros (2002) juga berpendapat juga berpendapat mengenai kepemimpinan ini. Mereka menyatakan bahwa gaya melayani sebagai jenis yang melayani dan mengembangkan aspek moral dan membangun kerja tim.

9. Birokrasi

Pemimpin dengan tipe birokrasi mengharapkan anggota tim untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Apabila perusahaan yang dipimpin adalah industri dan departemen maka cocok menggunakan gaya kepemimpinan ini.

10. Visioner

Menurut Goleman (2004) kepemimpinan visioner merupakan jenis yang berusaha untuk menggerakkan orang banyak kepada impian bersama dengan dampak iklim emosi paling positif dan paling tepat diterapkan ketika perubahan membutuhkan visi baru atau saat diperlukan arah yang jelas.

9 Sifat Kepemimpinan Yang Harus Kamu Miliki Sebagai Pemimpin

Berikut penjelasan mengenai 9 sifat kepemimpinan :

  1. Integritas

Sifat kepemimpinan yang pertama adalah integritas. Seseorang yang memiliki integritas artinya memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang kuat. “Integer” adalah asal katadari integritas, ini merupakan bahasa latin yang berarti kuat dalam mempertahankan prinsip, tidak ingin korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada pribadi sebagai moral.

2. Pengetahuan luas

Sifat kepemimpinan berikutnya adalah berpengatahuan luas. Pemimpin harus memiliki pengetahuan mengani tujuan kelompok atau organisasi sekaligus bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien. Pemimpin juga harus berpedan dalam mendorong anggota nya untuk beraktivitas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing sekaligus memberikan sugesti dan semangat agar tujuan dapat dicapai.

Pemimpin harus mampu memberikan ide selaku pimpinan kelompok, memberikan informasi, sebagai perencana, mewakili kelompok, bahkan sebagai ahli dibidangnya.

Dan pemimpin harus menjalankan proses manajemen sebagai mana mestinya karena sadar bahwa ini adalah proses yang saling terhubung.

3. Keberanian

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang memiliki keberanian. Tanpa adanya keberanian maka tidak ada terobosan-terobosan yang memperbaiki organisasi ataupun membawa organisasi secara lebih cepat pada tujuan.

Keberanian disini maksudnya adalah keberanian yang penuh perhitungan dan terukur sehingga mengambil risiko dengan dasar analisis yang telah dilakukan. Bukan keberanian yang tidak berdasar tentunya.

4. Inisiatif

Sifat kepemimpinan yang keemapat adalah inisiatif, mengapa demikian ? karena pemimpin harus mampu membaca apa yang seharusnya dilakukan. Inisiatif ini biasanya berhubungan erat dengan tingkat kreativitas seseorang. Pemimpin yang kreatif dan kaya akan ide serta dilengkapi dengan keberanian maka akan menjadi pemimpin yang mampu mengaktifkan seluruh warga kelompok yang dipimpinnya.

5. Kebijaksanaan

Sifat kepemimpinan yang kelima adalah kebijaksanaan, dimana Baltes mendefisinkan kebijaksanaan sebagai keahlian dalam mengatasi permasalah mendasar yang berkaitan dengan prilaku dan makna hidup, yang mana ini adalah perbaduan antara intektual dan karakter.

Sedangkan menurut Stendberg, kebijaksanaakn adalah penilaian dari pemahaman individu dengan masalah yang dimiliki serta melibatkan solusi sebagai alternatif pemecahan masalahnya yang memaksimalkan berbagai macam keseimbangan antara dirinya sendiri, orang lain, dan aspek lainnya dalam kehidupan.

6. Keadilan

Sifat adil berarti tidak memihak pada suatu titik atas suatu konflik. Keadilan sangat diperlukan dalam memimpin organisasi atau kelompok karena tanpa adanya keadilan maka kelompok yang dipimpin pasti akan tercerai berai. Muncul kecemburuan antara anggota sehingga menimbulkan kekacauan yang luar biasa.

Sifat kepemimpinan yang satu ini termasuk yang mudah dikatakan tapi sulit dilaksanakan. Karena terkadang adil menurut kita, tetapi tidak adil bagi orang lain.

7. Kepercayaan

Sifat kepemimpinan yang ketujuh adalah kepercayaan. Ini adalah sifat mendasar, karena sesorang dipilih oleh orang lain sebagai pemimpin karena mereka memiliki kepercayaan bahwa orang tersebut dapat memimpin mereka.

Maka berawal dari kepercayaan pula kesuksesan itu muncul. Jika anggota percaya kepada pimpinannya, maka mereka akan terus mendukung jalannya kepemimpinan yang kita lakukan. Namun, sangat berbahaya apabila kepercayaan itu telah menghilang dalam suatu proses kepemimpinan.

8. Sikap yang baik

Sifat kepemimpinan berikutnya adalah berkaitan dengan sikap yang baik.

Berawal dari sikap, maka muncullah kesan orang lain kepada kita. Maka tunjukkan lah sikap yang baik, sehingga orang-orang disekitar kita memiliki kesan yang baik terhadap kita. Sehingga terbangunlah hubungan yang erat dan saling mendukung dalam proses organisasi mencapai tujuan.

Membangun kesan yang baik juga dapat dimulai melalui komunikasi kepada orang lain. Komunikasi dapat dikatakan memiliki peranan sangat penting dalam kegiatan kerjasama.

9. Tidak Egois

Sifat kepemimpinan yang terakhir pada pembahasan kali ini adalah tidak mememtingkan diri sendiri. Pernah mendengar istilah parasitisme, keadaan dimana hanya menguntungkan diri pribadi tapi merugikan orang lain. Hal ini sangat dilarang dalam kepemimpinan, karena ini akan menimbulkan citra buruk dan kebencian dalam diri orang-orang yang dirugikan.

Hal ini sederhana, tapi sering dipraktekkan oleh oknum-oknum pemimpin yang kurang baik. Sehingga yang keadaan yang muncul berikutnya adalah adu kekuatan untuk mempertahankan ego masing-masing.

Itulah beberapa sifat kepemimpinan yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, terus belajar dan jadilah pemimpin yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.