Materi Pengawasan Keuangan

Definisi Pengawasan Keuangan

Kegiatan pengawasan keuangan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang, kebocoran, dan pemborosan keuangan, pungutan liar, dan penyelewengan lainnya. Pengawasan anggaran pada dasarnya merupakan aktivitas menilai baik catatan, dan menentukan prosedur-prosedur dalam mengimplementasikan anggaran, apakah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Proses pengawasan dapat melihat ada atau tidaknya penyimpangan, berupa pemeriksaan yang ditujukan pada bukti-bukti dokumen asli, penerimaan, dan pengeluaran serta saldo akhir yang dicocokkan pada temuan hasil audit apabila penyimpangan terjadi maka akan dilakukan pembinaan ke arah yang lebih baik (Agustiar, 2018).

Tidak mudah mendefinisikan pengawasan bagi para ahli manajemen karena definisinya akan terkait oleh bidang apa yang dipelajari oleh ahli tersebut. Menurut Sujaanto dalam kamus bahasa Indonesia, “pengawasan” memiliki akar kata “awas” yang artinya memperhatikan dengan baik, dalam artian melihat sesuatu dengan cermat dan seksama (Sujanto, 1986).

Pengawasan juga didefiniskan sebagai suatu proses untuk menetapkan suatu pekerjaan yang dijalankan, dilaksanakan, atau diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki, direncanakan atau diperhatikan (Prayudi, 1981).

Menurut M. Manullang mengatakan bahwa pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan suatu apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksinya bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Sedangkan Saiful Anwar membedakan pengawasan keuangan menjadi 2 jenis, yaitu pengawasan internal yang berupa pengawasan yang dilaksanakan oleh suatu badan atau organ yang secara struktural termasuk dalam lingkungan pemerintah itu sendiri. Dan pengawasan eksternal yang dilakukan oleh organisasi atau lembaga yang secara struktural berada di luar pemerintahan dalam arti eksekutif. Misalnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) (Anwar, 2004).

Asas Pengawasan Keuangan

Dalam penciptaan pengawasan keuangan yang baik maka perlu di perhatikan asas-asas yang mempengaruhinya. Pengawasan keuangan memiliki beberapa asas, antara lain:

a.        Asas tercapainya tujuan

Ditujukan kepada tercapainya tujuan dengan mengadakan perbaikan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan.

b.       Asas efisiensi

Sedapat mungkin menghindari penyimpangan dari perencanaan sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain di luar estimasi.

c.        Asas tanggung jawab

Asas ini terpenuhi apabila pelaksana bertanggung jawab terhadap pelaksanaan perencanaan secara penuh.

d.       Asas pengawasan

Pencegahan penyimpangan perencanaan yang akan terjadi baik di waktu sekarang maupun di masa yang akan datang.

e.        Asas langsung

Mengusahakan agar pelaksana juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan.

f.         Asas refleksi perencanaan

Pengawasan mencerminkan karakter dan susunan perencanaan.

g.       Asas penyesuaian dengan organisasi

Pengawasan dilakukan sesuai dengan struktur organisasi dan kewenangan masing-masing.

h.       Asas individual

Pengawasan harus sesuai dengan kebutuhan dan ditujukan sesuai dengan tingkat dan tugas pelaksana.

i.         Asas standar

Pengawasan yang efektif dan efisien memerlukan standar yang tepat yang akan digunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan dan tujuan.

j.         Asas pengawasan terhadap strategis

Pengawasan yang efektif dan efisien memerlukan adanya perhatian yang ditujukan terhadap faktor-faktor yang strategis.

k.       Asas pengecualian

Pengawasan membutuhkan perhatian yang ditujukan terhadap faktor kekecualian yang dapat terjadi dalam keadaan tertentu, ketika situasi berubah atau tidak sama.

l.         Asas pengendalian feleksibel

Pengawasan harus untuk menghindarkan kegagalan-kegagalan pelaksanaan perencanaan.

m.     Asas peninjauan kembali

Pengawasan harus selalu ditinjau agar sistem yang digunakan berguna untuk mencapai tujuan.

n.       Asas tindakan

Pengawasan dapat dilakukan apabila ada ukuran-ukuran untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan rencana, organisasi dan pelaksanaan.

Itulah beberapa pembahasan mengani definisi pengawasn keuangan serta asas-asas yang menyertainya. Hal yang terpenting kita ketahui bahwa pengawasan keuangan itu penting dilakukan sebagai kontrol manajemen dan harus dilandasi dengan kepatuhan pada asas-asas yang berlaku, sehingga pengawasan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada perusahaan ataupun organisasi. Dalam artian membantu perusahaan bergerak sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan pada tahapan awal perencanaan keuangan. Namun tahapan manajemen keuangan tidak berakhir sampai sini tentunya dan mari kita bahas pada artikel berikutnya. Semoga penjelasan di atas dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.