Cara Membaca Meteran Listrik Dan Menghemat Listrik Di Rumah Anda

Bagi anda yang memiliki rumah dengan meteran pasca bayar atau meteran prabayar (pulsa) pasti pernah berpikir “kok cepet habis pulsanya, padahal pemakaian listrik segitu-segitu aja” atau “kok bayarnya mahal daripada bulan kemaren, padahal alat nya cuma itu itu aja. Jangan jangan ada kebocoran listrik?”

Begitulah, terlebih ibu-ibu yang bayar listriknya yakan, pasti banyak dugaan. Hahaha..

Karena itu, pada kesempatan kali ini kita coba membahas mengenai cara membaca meteran listrik pascabayar dan cara membaca meteran listrik prabayar. Apakah berbeda? yuk kita cari tau, sekaligus bagaimana sih cara menghemat listrik agar biaya gak boros.

Cara Membaca Meteran Listrik

Meteran listrik prabayar

Cara membaca meteran listrik prabayar sebenarnya cukup mudah. Meteran prabayar akan menunjukkan jumlah KWH yang bisa dipakai.

KWH merupakan singkatan dari KiloWatt-Hour. Ini merupakan satuan energi yang menunjukkan besarnya penggunaan listrik dalam kilowatt dalam waktu 1 jam.

Kembali pada angka yang ditunjukkan pada gambar di atas yaitu 1.00 KWH.

Artinya 1 KWH = 1000 watt hours. Setelah kita mengerti cara membaca meteran listrik prabayar di atas, Pertanyaannya, Kapan 1 KWH itu berakhir?

Sebagai contoh, apabila anda menyalakan alat listrik yang berdaya 1000 watt dalam waktu 1 jam, maka saat itu pula angka dikilometer anda tadi habis.

Begitu pula hal nya apabila alat listrik tadi hanya anda nyalakan selama 20 menit, artinya anda hanya memakai daya sebanyak 333.33 watt atau sekitar 0,33 kwh. Maka saldo listrik meteran prabayar anda akan menunjukkan angka 0,77 kwh setelah 20 menit pemakaian alat listrik anda tersebut.

Oke, contoh lainnya..

Anda membeli token listrik sejumlah Rp100.000, maka misalnya mendapatkan 71,08 KWH (71080). Maka apabila anda memiliki peralatan listrik dengan total daya 100 watt, maka peralatan listrik anda itu dapat menyala sekitar 710,8 jam (71080/100 watt = 710,8 jam)

Artinya, token listrik anda dapat bertahan sekitar 29 hari untuk daya 100 watt apabila peralatan anda tersebut menyala selama 24 jam nonstop.

Meteran pacabayar

Cara membaca meteran listrik pascabayar juga sama mudahnya dengan cara membaca meteran listrik prabayar sebelumnya. Yang menjadi catatan penting dalam meteran pascabayar adalah angka yang ditunjukkan berupa jumlah daya listrik yang telah digunakan. Ini juga menjadi pembeda utama antara meteran pasca bayar dengan meteran prabayar.

Lima digit pertama adalah bilangan bulat yang menandakan daya yang telah terpakai dalam, sedangkan satu digit terakhir adalah nilai desimal.

Terkait perhitungan daya yang digunakan sebenarnya sama dengan cara sebelumnya. yaitu

Rumus KWH :

KWH = (Jumlah Alat x watt x jam)/ 1000

contoh, apabila anda memiliki 5 lampu yang memiliki daya masing-masing 20 watt yang dinyalakan semalaman (sekitar 12 jam) maka perhitungan daya yang akan bertambah pada meteran pasca bayar anda adalah :

KWH = (5 x 20 x 12)/1000

KWH = 1,2 KWH

Jadi, angka pada meteran pascabayar anda akan bertambah 1,2 KWH dalam 12 jam. Apabil intensitas daya yang anda gunakan sama dan kita anggap biaya 1 KWH listrik saat ini adalah Rp1.700, maka dalam sebulan (30 hari) anda perlu membayar sekitar :

Biaya lampu sebulan =1,2 Kwh x 30 x Rp1.700

Biaya lampu sebulan = Rp61.200

Jadi, dalam sebulan kita perlu membayar Rp61.200 berdasarkan contoh soal di atas.

Cara Menghemat Listrik

Setelah kita mengetahui cara membaca meteran listrik serta mampu mengestimasi daya listrik yang kita gunakan, coba sekarang anda lihat lagi berapa total estimasi daya listrik di rumah anda. Apabila anda merasa itu terlalu boros, maka ikuti kiat-kiat hemat listrik berikut ini:

1.Cabutlah perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan

Karena kita hidup di era teknologi, pasti tidak pernah lepas dengan namanya perangkat digital. Contohnya smartphone dan laptop.

Hindarilah keadaan tidak melepas charger laptop atau HP pada terminal listrik setelah digunakan. Karena ini akan mengakibatkan listrik terbuang sia-sia.

Membuat listrik sia-sia, berarti anda juga dapat dibilang membuang uang secara sia-sia. Merugikan bukan…

Terlebih, keadaan seperti ini dapat mengakibatkan perangkat elektronik anda menjadi tidak awet atau cepat rusak.

2. Memilih Lampu Yang Hemat Energi

Saat ini, banyak lampu hemat energi atau LED yang beredar di pasaran. Dengan harga yang terjangkau dan kualitas cahaya yang baik, ini dapat menjadi lampu yang tepat untuk rumah anda apabila anda adalah orang yang suka berhemat.

3. Switch Off Barang Elektronik Yang Menganggur

Sebaiknya anda mematikan barang elektronik di rumah anda apabila saat itu memang benar-benar tidak digunakan dan gunakan pada saat memang benar-benar dibutuhkan.

Tentu ini akan mengehemat pembayaran listrik anda perbulannya bagi anda yang menggunakan meteran pasca bayar. Dan akan menghemat token listrik yang telah anda beli apabila anda menggunakan meteran prabayar.

4. Menghemat Penggunaan Air

Menghemat penggunaan air dapat menghemat pemakaian listrik karena tentunya pompa air menggunakan listrik.

Di sisi lain, menghemat air juga salah satu cara kita menghargai air sebagai sumber kehidupan. Karena banyak saudara kita di daerah lain yang sulit mendapatkan air, bahkan hanya untuk minum. Maka hematlah air di rumah anda..

5. Aturlah Pencahayaan Di Rumah Anda Dengan Baik

Pencahaaayn disini berarti tidak hanya lampu melainkan juga ventilasi.Karena dengan ventilasi akan membantu mengurangi penggunaan lampu pada siang hari bahkan juga penggunaan AC. Karena itu, ketika proses pembuatan rumah penting untuk mempertimbangkan jumlah ventilasi dan lampu yang akan di digunakan.

6. Menggunakan Timer AC

Memiliki rumah di daerah yang bercuaca panas tentulah menarik orang untuk menggunakan pendingin ruangan atau AC. Tetapi, di lain sisi hal ini juga mengakibatkan penggunakan daya listrik yang tnggi. Karena itu, untuk meminimumkan hal ini, sebaiknya anda menggunakan timer AC pada AC di rumah anda. Ini dapat mencegah apabila anda lupa mematikan pendingin ruangan tersebut.

7. Mematikan Rice Cooker Setelah Digunakan

Banyak orang yang membiarkan rice cooker menyala dengan alasan agar nasi tetap panas. Tapi kenapa sih gak kita rubah kebiasaan ini dengan menyalakan rice cooker ketika nasi ingin dipanaskan. Jadi kan gak perlu nyala seharian..

Dan yang paling penting, lebih hemat listrik.

8. Kurangi Penggunaan Mesin Cuci

Mesin cuci memang memudahkan kita untuk mencuci seluruh pakaian orang di rumah. Tapi taukah anda, daya yang dibutuhkan oleh mesin cuci cukup besar. Berkisar 250 watt untuk mencuci, dan 300 watt untuk mengeringkan.

Jadi, alangkah lebih baik untuk sesekali mencuci secara manual.. hitung-hitung olahraga gitu..

9. Menggunakan Kulkas Bersuhu Rendah

Semakin kecil suhu kulkas maka semakin minim listrik yang diperlukan. Karena itu, sesuaikanlah kulkas dengan kebutuhan anda. Apabila di dalam kulkas tidak menyimpan banyak makanan maka menggunakan suhu rendah juga tidak masalah.

10. Mematikan Lampu Ketika Tidur

Selain dapat menghemat listrik, tindakan ini juga dapat bermanfaat baik untuk kesehatan seperti menjaga kesehatan mata dan kulit serta menjaga kualitas tidur.

Namun, apabila anda tidak terbiasa dengan hal ini maka anda dapat menggunakan lampu tidur hemat energi.

11. Memanfaatkan energi Alternatif

Hal ini sebenarnya masih jarang diterapkan di rumah-rumah pribadi. Namun, apabila anda ingin mencobanya anda dapat menggunakan panel surya untuk pembangkit tenaga listrik di rumah anda.

Ini tentu juga memerlukan banyak biaya untuk pemasangan awal. Namun, kita disini berbicara kemanfaatan jangka panjang. Sehingga tidak masalah apabila kita mengeluarkan sejumlah modal di awal tetapi nantinya sebanding dengan kemanfaatan yang kita terima nantinya.

Itu lah beberapa pembahasan mengenai cara membaca meteran listrik pasca bayar, cara membaca meteran listrik prabayar, mengestimasi penggunaan daya listrik, serta kiat-kiat hemat listrik. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.