Panduan Belajar Sholat Tahajud

Pada Topik Sebelumnya kita telah mempelajari tentang apa saja keajaiban dari sholat malam ini, yaitu sholat Tahajud yang merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh agama islam.

Apabila kita telah memahami keajaiban sholat tahajud, tentulah sebagai umat islam pasti tergerak hatinya untuk mempelajarinya. Bagaimana sih melakukannya? Kapan sih melakukannya? Berapa sih jumlah rakaatnya? Hal ini mungkin terdengar sederhana bagi orang yang telah mengetahui, namun bagi kita yang masih awam tentu lah perlu informasi mengenai hal ini.

Karena itu, pada kesempatan ini kita coba membahas mengenai belajar sholat tahajud. Semoga hal ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita.

Berapa Sih Jumlah Rakaatnya?

Total rakaat sholat tahajud berdasarkan sunah Nabi Muhammad SAW adalah paling tinggi sejumlah 12 rakaat, dan paling minimum dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Tentu ini tergantung kesanggupan kita masing-masing mengerjakannya.

“Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan Sholat malam sebanyak 13 Rakaat.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Selain itu, ada pula hadits lain yang mengulas tentang Sholat Malam, Rasulullah bersabda:

”Sholat Malam atau sholat tahajud itu 2 Rakaat 2 Rakaat. Jika salah seorang dari kalian Khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendak-lah lakukan sholat sunah Witir 1 Rakaat sebagai Penutup yang menjadi sholat yangg sudah dilakukan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kalau melaksanakan sholat ini sebanyak 12 rakaat setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Disarankan ketika sholat malah ditambah 1 sholat witir sebagai penutup supaya sholat lebih sempurna.

Kapan Pelaksanaan Sholat Tahajud?

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, tepatnya setelah sholat isya sampai datang waktu subuh dan dilaksanakan setelah tidur di malam hari.

Pelaksanaan sholat sunnah ini dapat dijadikan menjadi 3 waktu, yaitu

a. sepertiga pertama, berarti dapat kita perhitungkan sebagai jam 20.30 hingga 23.00

b. sepertiga kedua, dapat kita perkirakan sekitar pukul 23.00 hingga 1.30 dini hari.

c. sepertiga ketiga, ini merupakan waktu terakhir yang dimulai dari sekitar pukul 1.30 sampai masuknya waktu sholat subuh. Namun, yang menjadi waktu paling utama untuk melakukannya adalah waktu sepertiga ketiga ini.

Perintah Allah swt dalam pelaksanaan sholat ini tertuang dalam Quran Surah As-Sajadah ayat 16-17, sebagai berikut :

16.“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.”

17.“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”

Untuk hadits yang membahas mengenai waktu sholat tahajud ini, dapat kita perhatikan pada hadits berikut :

“[…] dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni.” HR. Bukhari

Bagaiamana Tata Caranya?

Setelah mengetahui kapan dan berapa jumlah rakaatnya, baru kita menginjak ke pemabahasan berikutnya yaitu bagaimana tata cara pelaksanaannya. Untuk lebih mudahnya, saya telah menjadikan penjelasannya per rakaat. Mulai dari rakaat pertama hingga rakaat kedua.

1.Rakaat Pertama.

Dalam pelaksanaan sholat tahajud rakaat pertama, kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

a.Membaca Niat {Shalat} Tahajud


أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Sengaja ku sholat tahajud dua rakaat karena Allah.”

b. Menyuarakan Takbir Allahu Akbar, seperti mengangkat takbir sholat pada umumnya.
c. Membaca Surat Al-Fatihah
d. Membaca Surat Pendek atau Panjang Al Qur’an
e. Ruku’ dan membaca doa rukuk

SUBHAANADZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIB-RIYAA-I WAL ‘AZHAMAH.
Artinya: “Maha Suci (Allah) Yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan Keagungan”


f. I’tidal sembari membaca bacaan i’tidal
g. Sujud pertama sembari membaca bacaaan sujud, bacaan sujud dalam sholat tahajud sama dengan bacaan ketika rukuk tadi.

SUBHAANADZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIB-RIYAA-I WAL ‘AZHAMAH.
Artinya: “Maha Suci (Allah) Yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan Keagungan”

h. Duduk antara 2 Sujud dan membaca doa duduk antara 2 sujud
i. Sujud Kedua sembari membaca bacaan sujud
j. Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua {shalat} Tahajud

2.Rakaat Kedua

a. Membaca Surat Al Fatihah

b. Membaca Surat Pendek atau Panjang Al Qur’an
c. Ruku’ dan menbaca doa rukuk (sama seperti rakaat pertama)
d. I’tidal dan membaca doa i’tidal
e. Sujud pertama dan membaca doa sujud (sama seperti rakaat pertama)
f. Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud
g. Sujud Kedua dan membaca doa sujud
h. Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir
i. melakukan gerakan salam
j. Membaca doa dan dzikir

Doanya??

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Latinnya :

Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq.”

Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”

Artinya :

Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.”

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (unutk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.